Ada suatu kondisi yang akhir-akhir ini sering kuperhatikan. Kalo lagi kajian, ceramah, kuliah, rapat dsb, sering banget ngerasa gak fokus gara2 ulah sejumlah oknum yang ngobrol dan bikin berisik ketika pembicara, dosen atau pimpinan rapat menjelaskan sesuatu. Ruangan jadi bergemuruh, gak jelas, kadang-kadang bikin migren.
Kejadian ini terjadi di kampus..plisss deh, kampus gitu lhoh! Kampus yang konon berisi mahasiswa yang terpelajar, idealis, terhormat dsb! Gak keitung lah ya, berapa banyak kita koar-koar tentang kedilan, penghargaan terhadap sesama, kemanusiaan dll, ck! Kalo dah kesel banget, biasanya kutegakan badan sedikit dan bilang sstttt…stttt…sekeras-kerasnya, ato kalo udah parah dan pembicaranya ” ngeh ” kalo ternyata peserta sibuk sendiri dengan kegiatan ngobrolnya, pembicara langsung diam, negur ato bahkan pundung!
Apkah di kampus harus ada tulisan-tulisan seperti yang sering dipajang di mesjid, ” Dilarang bicara ketika khutbah!”..nah loo? Lucu tuh!
Rasanya kita sama-sama menyadari bahwa segala sesutau ada tempatnya, ada waktunya…ada moment nya. Ada waktunya kita bicara, ada waktunya kita diam. Aneh, ketika dosen memberi kesempatan mahasiswa untuk bertanya, maka seketika itu juga ruangan kelas menjadi senyap!
Kasian lah kawan-kawan, para pembicara-pembicara itu, bayangkan kalo kita di posisisnya! Sudah cape-cape berkoar-koar ampe berbusa..eh,gak diperhatiin, gak dihargain, dicuekin, audiens sibuk sendiri…dijamin “donkkkol”! Walopun kita punya alasan untuk tidak memeperhatikan, katakanlah temanya gak menarik, pembicaranya monoton, bosen, bt dsb..setidaknya hargai lah sedikit dengan diam..cuma ” diam “!
Suatu hari ketika kuliah Patologi Umum, dosen mungkin ‘ ngeh’ kalo kondisi kelasnya sudah tidak kondusif lagi. Sang dosen menghentikan kuliahnya, diam, dan mahasiswa pun diam…suasana kelas jadi sepi! Sang dosen bercerita tentang kondisi belajar di China dan Jepang, bagaimana para murid begitu menghargai guru2 mereka, murid2 harus duduk tegak dan memperhatikan. Di Jepang, tak boleh ada yang berbicara ketika guru sedang bicara, dan kalau bosan dan mengantuk diperbolehkan tidur di kelas…asal tidurnya gak ngorok aja!
Di akhir ceramahnya tentang etika sang dosen berpesan tentang pentingnya saling menghargai dan menghormati dan beliau mengutarakan sebuah kalimat bijak :
Kalian tau kenapa Tuhan hanya menciptakan 2 mata,2 telinga dan hanya 1 mulut?
” Karena kita memang harus lebih banyak melihat dan mendengar dari pada berbicara!”
JADI…jangan berisik lagi yahhh…plisss, migren neh!