Avian Influenza ( AI ) atau yang lazim kita sebut flu burung ternyata tidak hanya dapat menginfeksi unggas dan manusia. Hasil penelitian mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlannga melaporkan bahwa10 dari 30 kucing jalanan di Kota Semarang yang diperiksa mengandung antibodi terhadap virus avian influenza subtipe H5N1 dalam serum darahnya, dengan presentasi 33,33%.
Hal ini sangat mungkin terjadi mengingat, kucing adalah mamalia yang bukan saja paling sering berkeliaran di sekitar ternak unggas tetapi juga dekat dengan manusia, apalagi kucing-kucing liar yang dapat dengan mudah kita temukan di pasar atau di sekitar peternakan unggas.
Hewan ini dikhawatirkan memiliki potensi besar sebagai inang tempat virus bermutasi mengingat populasinya yang sangat tinggi. Populasi yang tinggi tersebut dikarenakan hewan ini tidak dikonsumsi dan tidak memiliki musuh alami yang berati.
Masih ada pertanyaan mengenai temuan ini seperti, Apakah timbul gejala klinis yang sama dengan manusia atau unggas pada kucing yang terinfeksi AI? atau Apakah virus yang menginfeksi kucing ini dapat menular pada manusia ? Akan ada banyak temuan ilmiah lain yang berkaitan dengan flu burung, kita patut waspada.